Matematika dan Budaya Bermatematika

Apa itu matematika? Pertanyaan itu tidak kurang-kurangnya ditanyakan pelajar yang sedang mempelajarinya, orangtua atau pembimbing siswa atau mahasiswa yang sedang mengajarkannya, para filsuf, dan juga para matematikawan sendiri.

Dan jawaban yang anda peroleh tidak akan pernah sama persis.

Kali ini, Pak Hendra Gunawan salah seorang penggagas blog Bersains yang akan menyampaikan pemikirannya, “Apa itu Matematika?” Apakah  matematika bisa disebut sebagai ‘ilmu’? Ataukah matematika sesuatu yang lebih mendasar dari itu, misalnya ‘bahasa’ yang digunakan ilmu pengetahuan?

Mari  kita simak uraian pemikian beliau di artikel Bersains edisi Mei 2017 kali ini, yang merupakan naskah kuliah inaugurasi Pak Hendra Gunawan sebagai anggota baru Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selamat kepada Pak Hendra. Semoga terus produktif berkarya dan terus memberikan sumbangsih membanggakan bagi ilmu pengetahuan di Indonesia.

Baca lebih lanjut di sini.

Dampak Monsoon, ENSO, dan Dipole Mode pada Musim di Indonesia

Selama beberapa tahun terakhir, peristiwa cuaca dan musim sering tidak menentu, kadang kala basah dan kadang pula kering sepanjang tahun. Di wilayah tropis seperti Indonesia, hal ini semestinya tidak terjadi. Gangguan pada sistem cuaca, musim, dan iklim normal merupakan penyebab terjadinya hal tersebut. Dua peristiwa yang bisa mengganggu musim di Indonesia adalah ENSO dan Dipole mode. Joko Wiratmo mengulas hal ini dengan rinci dalam tulisan ini. Baca selengkapnya di sini.

Numismatika Sengkala Memet

Numismatika. Kata ini berasal dari bahasa latin ‘numismatis’ yang artinya ‘segala sesuatu yang terkait dengan koin’. Karena Numismatika ini merupakan pengetahuan yang jarang diketahui di Indonesia, secara sekilas orang akan berpikir (dan mengaitkannya) dengan Matematika atau aktivitas memasak. Padahal tidak ada hubungannya.

Apa sebenarnya ‘numismatika’ itu? Numismatika adalah ilmu yang mempelajari mata uang koin atau kertas, dan juga benda-benda yang terkait dengan mata uang atau dapat berfungsi sebagai mata uang. Jadi kerang, biji coklat, selain logam mulia dan batuan berharga, juga dapat berfungsi sebagai alat tukar. Lalu apa arti ‘sengkala memet’? Sengkala atau sengkalan adalah deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kemudian sengkala memet sengkala yang menggunakan lukisan.

Dalam tulisan Bersains edisi Maret 2017 ini, kita akan menelusuri  kajian numismatika mata uang Nusantara yang diramu oleh Agung Prabowo dan Sukono dan kaitannya dengan sengkala memet. Suatu kajian menarik, karena kita akan melihat sejarah Nusantara yang tidak melulu dari sisi dinamika manusianya. Oleh karena itu, mari kita simak tulisan lengkapnya di sini.

Problem 3n + 1 vs Problem 5n + 1

Dalam matematika (seperti mungkin dalam bidang lainnya juga), banyak konjektur atau dugaan yang belum terbukti kebenarannya. Salah satu di antaranya adalah Konjektur Collatz, yang dibahas dalam artikel ini. Konjektur ini berurusan dengan bilangan asli n. Misal kita ambil sembarang bilangan asli n. Jika n habis dibagi 2, bagilah n dengan 2; jika tidak, kalikan n dengan 3 dan tambahkan 1. Ulangi terus langkah ini pada bilangan-bilangan yang dihasilkan, hingga diperoleh 1. Berapa pun bilangan n pada awalnya, barisan bilangan yang diperoleh akan berakhir di 1. Penasaran? Baca selengkapnya di sini.

Fisi vs Fusi

Presiden Joko Widodo dan DEN (Dewan Energi Nasional) dalam RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) menempatkan energi nuklir sebagai pilihan terakhir. Presiden tampaknya tidak mau grusa-grusu dan gegabah. Seperti pitutur (petuah) orang-orang tua dalam keluarga Jawa, “Aja nggégé mangsa“. Tetapi untuk berjaga-jaga, jangan-jangan kita akan terpaksa mengambil opsi terakhir itu, Presiden pun telah memerintahkan pembuatan peta jalan (road map) menuju ke “go nuclear“. Lalu apa? Baca selengkapnya di sini.

%d blogger menyukai ini: