Penjahit Bego

Jika anda mengira hanya dunia politik saja yang penuh intrik, seteru, dan sengketa ada baiknya anda menyetop perkiraan itu sejenak dan menelaah tulisan dari L. Wilardjo pada Bersains edisi Juni 2015 kali ini. Siapa yang mengira bahwa tokoh-tokoh besar dalam sains, yang namanya sudah begitu lumrahnya didengar dan diperbincangkan manusia generasi setelah mereka, tak hanya punya teori sains, tapi juga punya sejarah panjang tentang perselisihan dan pertentangan.

L. Wilardjo memulainya dengan koreksi Bertrand Russell terhadap aksioma yang Gottlob  Frege tuangkan dalam buku “Hukum-Hukum Dasar Aritmetika” karyanya. Lalu debat sains antara Niels Bohr dan Albert Einstein. Belum lagi ‘permusuhan’ antara Isaac Newton dan Robert Hooke (yang juga merembet ke ranah pribadi). Jika ingin menggunakan istilah masa kini, yang terjadi antara tokoh-tokoh  besar sains tadi sangatlah ‘seru’.

Marilah kita tidak berpanjang kata lagi dan mengawali bacaan dengan kutipan dari Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH, M.A., (alm.), guru besar dan tokoh Hukum Progresif di Undip, yang mengatakan bahwa, “Ilmuwan boleh salah, asalkan tidak bohong, sedangkan politikawan boleh bohong, tetapi tidak boleh salah.” (selanjutnya)

Iklan

One thought on “Penjahit Bego”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s