Eksotisme Wayang Bébér Sengkala

Anda suka surabi? Tahukah Anda bahwa surabi sudah dikonsumsi prajurit Mataram pada peperangan tahun 1628-29? Sebuah karya seni yang juga mengawetkan memori tentang surabi dalam bentuk penyandian hadir sedikit lebih lambat, tepatnya tahun 1614 Jawa atau 1692 M. Sebagian duplikat dari karya tersebut dapat ditemukan di Sanggaluri, sebuah taman wisata dan edukasi yang asri di Kabupaten Purbalingga. Karya tersebut melukiskan bagian dari jagong (adegan) dalam wayang bébér lakon Jaka Kembang Kuning (JKK). Adegan-adegan yang ada di Sanggaluri mungkin merupakan hasil tedhak sungging (tiru ulang) dari gambar wayang bébér yang asli dari Pacitan. Sekilas tidak ada yang aneh dengan gambar pada karya tersebut. Tetapi, dengan mengikuti alur cerita selanjutnya, akan ada kehangatan lain yang segera saja menjadi sangat menarik untuk dicermati. Termasuk dari segi penyandian. Ya, matematika persandian. Persandian yang hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara dan India dalam bentuk sengkala atau word chronogram, warisan kuno yang masih terus lestari hingga kini. Itulah sebabnya, mengapa surabi diangkat sebagai judul tulisan ini. Baca selengkapnya di sini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s