Berita Sains Terkini

Kami kumpulkan berbagai berita terkini dari dunia sains, teknologi, dan alam untuk para pembaca.

[24 Juli 2017] Siapa yang tidak tahu printer? Walau anda mungkin tidak memiliki printer, anda pasti tahu apa printer itu, ya kan? Tetapi apakah anda pernah mendengar tentang Printer 3D? Dengan printer 3D, kita bisa mencetak benda berdimensi tiga, seperti cangkir dan boneka. Nah, dalam perkembangannya nanti, bahkan rumah pun dapat dicetak dengan menggunakan Printer 3D. Baru-baru ini, busana pun kelak dibuat dengan printer 3D. Baca selengkapnya di sini.

[13 Februari 2017] Jika anda bukan penggemar film fiksi ilmiah horor, maka fakta mengenai tawon Euderus set ini mungkin akan membuat anda merinding. Baru-baru ini, ilmuwan dari Universitas Rice di Texas menemukan tawon ini di dalam tawon lain yang dikenal sebagai ‘gall wasp’. “Serangga pemangsa (E. set)  ini meletakkan telurnya ke dalam badan tawon ‘gall wasp’, mengontrol perilaku mereka dan kemudian melahapnya dari dalam ke luar, lantas meloloskan diri dari kepala inang,” kata Dr Scott Egan, Ketua tim Peneliti dari Universitas Rice Texas.

Ya, memangsa korbannya dari dalam tubuh lalu keluar dari kepalanya. Para peneliti menyebut serangga ini memiliki perilaku hipermanipulatif. Menurut tim redaksi Bersains dan pembaca umum lainnya, perilaku ini ‘mengerikan’. *glekh*

Simak berita ‘horor’ lengkapnya di website National Geographic Indonesia dan NationalGeographic.com.

bersains-news-tawon-euderus-set
Kita sudahi berita kelam dari dunia serangga tadi. Sekarang kita beranjak ke berita menggembirakan bagi para pejalan atau traveler dan bagi semua orang yang ingin berkomunikasi dengan orang asing namun belum terlalu menguasai bahasanya:

Jika anda pernah menonton serial kartun Doraemon, anda mungkin pernah mendengar ‘konyaku penerjemah’. Prinsip teknologi ‘konyaku’ yang ada dalam film fiksi Doraemon tersebut pada dasarnya adalah dengan memakannya, ia akan bekerja dengan menerjemahkan langsung bahasa asing (bahkan bahasa alien) sehingga dapat kita pahami.

Satu perusahaan bernama Logbar Inc. dari Jepang berhasil mewujudkan teknologi ‘penerjemah kantong elektronik’ yang prinsipnya menyerupai konyaku penerjemah Doraemon tadi, walau belum ‘secanggih’ milik Doraemon. Penerjemah elektronik tadi dinamai ‘ILI Wearable Translator‘.

Prinsipnya sederhana: anda tinggal berbicara (dalam Bahasa Inggris) ke alat tersebut, lalu ILI akan memvokalisasi terjemahannya secara langsung ke lawan bicara kita. Bahasa yang dapat diterjemahkan? Bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, dengan 5 bahasa lainnya yang akan ditambahkan. 

Simak videonya yang difiturkan di akun Facebook Tech in Asia.

bersains-news-ili-translator

[27 Januari 2017] Selamat tahun baru 2017 dari Tim Redaksi Bersains! Tahun ini, diberitakan bahwa 5 dari 33 tim telah menjadi finalis lomba yang diadakan oleh X Prize dan Google, serta  bersaing untuk memperoleh hadiah Google Lunar XPRIZE sebesar 20 juta dolar AS.  Yang mereka perlu lakukan adalah sukses mengirimkan kapal luar angkasanya lalu mendaratkannya di permukaan bulan tidak lebih dari 31 Desember 2017, kemudian kendaraan eksplorasi bulan mereka harus mengeksplorasi permukaan sepanjang 1.640 kaki, dan  terakhir mengirimkan dokumentasi foto ke bumi. Jika tidak berhasil, maka 20 juta dolar akan menyublim. Tim yang menjadi finalis adalah Synergy Moon (internasional), Hakuto (Jepang), Team Indus (India), SpaceIL (Israel), dan Moon Express (Amerika Serikat).

Simak berita selengkapnya di National Geographic daring: India, Israel Officially in Race for First Private Moon Landing
bersains-news-two-new-teams-rover

Hal ini masih kontroversial–namun juga luar biasa, ketika kemarin saintis dari  Salk Institute mengumumkan lewat jurnal Cell bahwa mereka telah berhasil mengembangkan mahluk hibrid yang mengandung sel dari dua jenis spesies yang berbeda, yang dikenal dengan chimera.

Ada apa dengan ambisi saintis untuk mengembangkan chimera ini?

Kemajuan biomedis ini (sukses mengembangkan chimera) telah menjadi impian sejak lama bagi para saintis karena mereka berharap dapat memberikan solusi bagi kurangnya donor organ manusia (dalam kasus ini, di Amerika Serikat). Setiap 10 menit, satu pasien masuk dalam daftar tunggu untuk transplantasi organ. Dan setiap harinya 22 pasien dalam daftar tunggu tersebut meninggal tanpa mendapatkan organ yang mereka butuhkan. Para saintis memberikan pertanyaan: jika tidak dapat bergantung pada donor, bagaimana jika menumbuhkan organ yang dikehendaki saja di dalam tubuh hewan?

Seperti yang telah disampaikan di awal, hal ini memang masih kontroversial bahkan di AS sendiri. Bagaimana perkembangan dan dialetika yang terjadi seputar topik ini? Simak ulasan lengkapnya National Geographic daring: Human-Pig Hybrid Created in the Lab—Here Are the Facts

Embrio babi yang disuntikkan sel manusia.
Embrio babi yang disuntikkan sel manusia.

[29 Desember 2016] Di penghujung tahun 2016 ini, tim redaksi menyarikan berbagai berita terkini dari dunia sains, teknologi, dan alam, dengan berbagai kemajuannya, serta daftar berbagai pekerjaan rumah yang masih panjang bagi umat manusia:

Pada bulan April 2016 yang lalu, University of Florida mengadakan balap-pesawat-tak-berawak atau drone untuk yang pertama kalinya di dunia. Menggunakan Brain Computer Interface (BCI) atau teknologi antarmuka yang membuat manusia dapat mengontrol mesin dengan pikiran mereka, suasana kompetisi balap-drone di University of Florida tersebut tak ubahnya film fiksi sains futuristik (atau sihir), di mana pengendali drone hanya perlu fokus berpikir dan mengarahkan drone mereka ke garis akhir perlombaan.  Aplikasi lainnya dari teknologi BCI yang berpotensi besar dalam meningkatkan taraf hidup manusia adalah di pengontrol kerangka luar buatan atau eksoskeleton bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau mengalami kelumpuhan. Cukup dengan berpikir, maka mereka dapat beraktifitas layaknya orang normal menggunakan eksoskeleton. Simak ulasannya di Tech Times:
University Of Florida Holds World’s First Race Of Mind-Controlled Drones

Kabar memilukan datang dari Yaman. Sebanyak 265 hewan, termasuk diantaranya adalah 28 macan tutul arab yang langka, berada dalam kondisi memilukan di Zoological Gardens di Taiz, Yaman . Perang dan konflik yang sedang berlangsung di negara tersebut saat ini menyebabkan hewan-hewan tersebut terbengkalai. Organisasi dan penyelamat hewan internasional, SOS Zoo and Bear Rescue, menggalang dana untuk menyelamatkan hewan-hewan di Taiz sejak Februari 2016. Namun pemerintah setempat mempersulit bahkan masih menolak upaya dari SOS Zoo and Bear Rescue untuk merelokasi hewan-hewan tersebut ke luar negeri (dua diantaranya ke Yordania dan UAE), upaya yang akan sangat berharga bagi keselamatan dan kesejahteraan hewan di Taiz. Mari kita sama-sama bertindak dan berdoa agar kondisi mereka segera teratasi:
Akibat Perang, Puluhan Hewan di Kebun Binatang Yaman Menderita Kelaparan
bersains-blog-kabar-memilukan-taiz-zoo-yaman

Apa keuntungan lansekap gurun  yang luas dan tandus, jika dikombinasikan dengan sinar matahari terik yang memancar selama 330 dari 365  hari dalam setahunnya? Jawabannya adalah energi bersih terbarukan yang menyediakan tenaga listrik berkapasitas besar. Itulah yang ada di Maroko, Afrika. Lahan seluas 1.400.000 meter persegi digunakan untuk menempatkan cermin-cermin lengkung sebesar bis, sebagai pemanen sinar matahari yang hasil energinya akan digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik. Maroko berencana untuk menghasilkan 14% energi dari surya pada 2020. Simak liputan lengkap mengenai fenomena ladang pemanenan sinar matahari di Afrika, dalam website BBC Indonesia:
Inilah peternakan tenaga surya raksasa di Afrika yang dapat menyuplai Eropa
bersains-blog-peternakantenaga-surya-maroko

[16 Desember 2016] Kevin Kumala adalah pemiliki perusahaan yang bermarkas di Bali bernama Avani. Produk mereka adalah kemasan alternatif dari kantong plastik dan gelas sekali-pakai yang mendominasi dunia saat ini. Bahan dasarnya? 100% ramah lingkungan karena berasal dari akar singkong. Yang menariknya lagi, kantong ‘plastik’ produksi Avani dapat dilarutkan ke dalam air hangat dan aman untuk dikonsumsi manusia. Simak selengkapnya di laman Facebook NOW THIS.
bersains-blog-avani-bioplastic
Simak juga berbagai inovasi lingkungan lainnya yang berlangsung di Bali, Indonesia, di laman Make A Change Bali.

[23 November 2016] Para ilmuwan baru-baru ini mengamati sebagian daerah dari Utopia Planitia di Mars, yang terletak di belahan tengah-utara, menemukan adanya deposit air dalam bentuk es sebanyak air di Danau Superior, danau terbesar di antara Danau-Danau Besar di Amerika Utara. Dengan menggunakan instrumen Shallow Radar (SHARAD) yang dapat melakukan pengamatan tembus permukaan, mereka juga menemukan deposit air seluas negara bagian New Mexico di Amerika Serikat, dengan ketebalan bervariasi dari 80 meter hingga 170 meter. Baca selengkapnya di sinies-di-mars

[26 September 2016] Apakah anda mendengar bahwa baru-baru ini NASA mengganti simbol zodiak dan katanya ada simbol zodiak ke-13 (alih-alih 12 yang selama ini diketahui)? Jika iya, maka dengarlah jawaban dari NASA: “Tidak, kami tidak mengganti simbol zodiak. Dan ngomong-ngomong, kami mempelajari Astronomi ya, bukan Astrologi…”

Pemberitaan mengenai NASA yang mengganti simbol zodiak membuat heboh jagat perbintangan seminggu terakhir ini. Tak kurang-kurang kecaman yang dilancarkan kepada NASA akibat pernyataan mengenai susunan rasi bintang di akun resmi Tumblr mereka. Namun mereka menjawab dengan kalem, “Pertama-tama, pahami dulu bahwa Astrologi itu bukan Astronomi… Lagipula, Astrologi itu bukan ilmu sains.”

Penasaran dengan konstelasi bintang yang selama ini menaungi kelahiran anda dan juga konstelasi lainnya dari sudut pandang sains (a.k.a Astronomi)? Cari tahu jawabannya di akun Tumblr milik NASA.
bersains-blog-nasa-mengganti-simbol-zodiak

[16 Agustus 2016] Warnanya ungu dan matanya membuat kita berpikir tentang karakter di game Pokemon-Go. Bahkan ilmuwan yang mengoperasikan kendaraan eksplorasi sains bawah laut E/V Nautilus berseru, “Aw! Seperti mainan anak-anak (sangking imutnya)! Ini beneran apa tidak ya?” Mahluk bawah laut yang lucu ini bernama Rossia pacifica, atau stubby squid. Spesies ini hidup di dasar laut dan ilmuwan di E/V Nautilus sedang mengeksplorasi di lepas pantai California saat menemukan cumi-ungu ini. Baca selengkapnya di Gizmodo.com: Look At This Googly-Eyed Squid
Bersains Blog - Googly Eyed Squid from Nautilus EV

[28 Juli 2016] Pernahkah anda menyaksikan trik sulap di mana pesulap membengkokkan sendok atau sendok dicelupkan ke cangkir teh panas lalu kemudian menghilang? Jika anda pernah (minimal) mendengar trik tersebut,  maka anda sedang menyaksikan salah satu keajaiban alam: perilaku logam yang bernama Gallium. Penampakan dan bobot logam Gallium ini mirip sekali dengan Alumunium, yang menjadikannya material yang tepat untuk melakukan trik sulap dan membuat anda percaya bahwa ada kekuatan pikiran luar biasa yang membuat sendok bisa bengkok.

Penasaran? Tonton video bagaimana cara kerja triknya di Youtube, agar anda–siapa tahu berminat–bisa menghibur teman-teman anda dengan mempertunjukkan trik ini: Spoon Dissapearing Ilussion
Bersains Blog - Sendok Gallium

[23 Juni 2016] Tahukah anda  bahwa dalam pesawat udara sekelas Airbus A380 diperkirakan terdapat 4 juta komponen pembangunnya, di mana 2,5 juta komponen diproduksi oleh 1,500 perusahaan dari 30 negara yang berbeda? Pernah bertanya bagaimana pesawat udara didesain, dibangun dan dirakit dari jutaan komponen itu? Pernah membayangkan sebesar apa pabrik pesawat udara itu? Agar tidak penasaran, simak video dari BBC Indonesia berikut ini:
Pembuatan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner dalam video 03’46 menit
Bersains Blog - How Boeing Dreamliner Is Made

Untuk pertama kalinya dalam 4 juta tahun, kadar karbondioksida di Antartika mencapai kadar 400 ppm. Kutub selatan adalah tempat terakhir di Bumi yang kadar karbondioksidanya bisa mencapai 400 ppm. Namun kini hal itu terjadi. Dan kadar karbondioksida tersebut menjadi penanda yang serius betapa atmosfer di planet kita berubah dengan drastisnya. Simak artikel lengkapnya di IFL Science:
Antarctica Records Carbon Dioxide Levels Of 400ppm For The First Time In 4 Million Years
Bersains Blog - Karbondioksida Antartika 400 ppm

[7 Juni 2016] Pada hari Sabtu, 28 Mei lalu, terjadi peristiwa memilukan di Kebun Binatang Cincinnati, di mana seorang anak laki-laki berusia tiga tahun jatuh ke dalam kandang gorila dan berujung pada ditembaknya seekor gorila jantan silverback berusia 17 tahun bernama Harambe. Kejadian ini menuai simpati dan antipati, terutama yang berkaitan dengan ditembaknya Harambe hingga meninggal. Simak berita di seputar insiden ini di sini:
News on Harambe’s incident

Flowers lay around a bronze statue of a gorilla and her baby outside the Cincinnati Zoo's Gorilla World exhibit, two days after a boy tumbled into its moat and officials were forced to kill Harambe, a Western lowland gorilla, in Cincinnati, Ohio, U.S. May 30, 2016. REUTERS/William Philpott
Flowers lay around a bronze statue of a gorilla and her baby outside the Cincinnati Zoo’s Gorilla World exhibit, two days after a boy tumbled into its moat and officials were forced to kill Harambe, a Western lowland gorilla, in Cincinnati, Ohio, U.S. May 30, 2016. REUTERS/William Philpott

Di tengah perdebatan tentang etika rekayasa genetik yang dilakukan terhadap manusia, ilmuwan dari Tiongkok dilaporkan telah melakukan rekayasa genom terhadap embrio manusia, seperti yang hasil penelitian yang termuat dalam jurnal daring, Protein & Cell. Dalam paper penelitian yang dipimpin oleh Junjiu Huang dan dilaksanakan di Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, Junjiu Huang mencoba menghilangkan kekhawatiran tentang rekayasa genetik dengan menggunakan embrio’non-viable’. Pelajari berita lengkapnya di Nature.com: Chinese scientists genetically modify human embryos.

[19 April 2016] Dinikmati, dipuja, dan disuka, tapi jarang diketahui proses ekstraksinya. Madu, cairan berwarna keemasan dengan rasa manis yang  sarat gizi dan nutrisi, yang menjadi sajian utama atau pelengkap lezat dalam berbagai makanan dan minuman kita. Penasaran bagaimana cara peternak lebah madu memanen madu dari sarang lebahnya? Simak ulasannya di Insider berikut ini:
This is what harvesting honey looks like
Bersains Blog - This Is How Honey Harvested

[13 April 2016] Teleskop Luar Angkasa Kepler, yang dipakai untuk berburu planet oleh NASA, akan segera melaksanakan misi baru untuk berburu planet di sekitar pusat galaksi. Namun, pada tanggal 7 April yang lalu, ketika hendak melaksanakan misi tersebut, ada masalah teknis yang dihadapi. Pada tanggal 11 April kemarin, Kepler telah bisa berkomunikasi kembali dengan Bumi, dan para insinyur siap mengoperasikannya untuk misi barunya. Baca selengkapnya di https://www.sciencenews.org/

Pada hari Jumat, 8 April 2016 minggu lalu, SpaceX kembali membuat sejarah: mereka berhasil mendaratkan roket Falcon 9 di atas kapal laut tanpa awak. Ini adalah pendaratan roket Falcon 9 ke-2 yang sukses (pendaratan sukses pertama adalah pada bulan Desember 2015 lalu di Cape Canaveral, Florida). Mengapa ini disebut pendaratan bersejarah? Pertama, mendaratkan roket di daratan setelah mengantarkan muatan ke luar angkasa bukanlah perkara mudah, apalagi mendaratkannya di atas permukaan solid namun bergerak di laut. Kedua, dengan suksesnya pendaratan roket Falcon 9, harapan bahwa penghematan biaya pengantaran logistik atau kendaraan untuk misi luar angkasa makin nyata (sebelumnya NASA selalu harus membangun roket baru untuk setiap misinya). Simak ulasannya di The Verge: SpaceX successfully lands its rocket on a floating drone ship for the first time
Bersains Blog - SpaceX Falcon 9 Sea Landing

[8 Maret 2016] Pada tanggal 9 Maret di tahun 2016 ini, akan terjadi fenomena alam dalam hitungan beberapa dekade sekali di Indonesia: gerhana matahari total. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat menikmati Gerhana Matahari Total di wilayah daratan. Di Indonesia gerhana matahari Total akan melintasi 12 provinsi; mulai dari Sumatera Barat (Pulau Pagai Selatan) hingga Maluku Utara. (Ternate dan Maba). Terakhir kali Indonesia mengalami gerhana matahari total adalah di tahun 1983. Namun itu adalah cerita yang lain lagi.

Berita sains dari blog Bersains kali ini akan didedikasikan untuk mengulas berbagai fakta menarik tentang gerhana matahari total dan gerhana matahari di Indonesia. Simak kumpulan berita dan sumber informasi penting tentang Gerhana Matahari Total 2016 yang dirangkum oleh tim redaksi berikut ini:

Bersains Blog - GMT 1983

[12 Februari 2016] Sudah resmi: gelombang gravitasi yang diprediksi oleh Einstein dan dicari selama 4 dekade terakhir telah terdeteksi! Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Hanford, Washington, dan Livingston, Louisiana di Ameriksa Serikat merilis pernyataan pers resmi mengenai penemuan ini kemarin, 11 Februari  2016 di Caltech, Pasadena. Simak beritanya di berbagai media sains yang dirilis kemarin dan Science Magz.
Bersains Blog - Gelombang Gravitasi

“Bagaimana Mengatasi Masalah Kelaparan Dunia?” Itu adalah judul dari salah satu artikel investigasi yang akan diturunkan oleh majalah National Geographic edisi Maret 2016. Di saat banyak penduduk dunia mengalami masalah kekurangan pangan, negara-negara maju justru membuang banyak makanan karena alasan yang terdengar sepele: standar penampilan makanan di rak pajang supermaket. Simak laporan lengkapnya di National Geographic FUTURE OF FOOD: Here’s How to Solve World

[ 27 Januari 2016] Berapa lama sekali anda mencuci handuk mandi anda? Sebulan sekali? Dua minggu sekali? Seminggu sekali? Atau handuk anda baru dimasukkan ke keranjang pakaian kotor ketika aromanya sudah masam? Menurut artikel di Tech Insider berikut, (ternyata) kita mencuci handuk tidak sesering yang seharusnya: idealnya setelah 2-3 kali pemakaian kita mencuci handuk lama dan mengganti dengan yang bersih. Terlalu merepotkan? Pagi ini tim redaksi mencoba untuk merendam sendiri handuk yang sedang dipakai (setelah biasanya membawanya ke laundry service untuk dicucikan), yang pada dasarnya belum sampai 2 minggu digunakan, dan mendapati bahwa air rendaman deterjennya berbau tajam dan aduhai. Tim redaksi pun bertekad untuk mencuci handuknya tiga kali sehari sejak saat ini:
The uncomfortable truth about how often you should wash your bath towel
Bersains Blog - Ganti Handuk Setelah Tiga Kali Pakai

Kabar gembira datang dari Afrika Selatan: untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, angka perburuan liar/poaching badak menurun. Namun ini tidak berarti perburuan musnah sama sekali. Masih banyak badak yang diburu dan dibunuh hanya untuk diambil tanduknya. PR kita masih panjang. Simak berita lengkapnya di situs WWF: South Africa stabilizes rhino poaching as threat spreads across the region

Bersains Blog - Rhino Poaching Decrease in 2015


[20 Januari 2016] 
Sabrina Pasterski baru berusia 14 tahun ketika ia datang ke kampus MIT untuk mendapatkan persetujuan atas pesawat bermesin-tunggal yang ia kembangkan. Ia sudah bisa terbang solo dengan pesawatnya di umur 14 tahun itu. Kini ia berusia 22 tahun dan merupakan lulusan MIT yang kini adalah kandidat Ph.D di Harvard.  Tak hanya itu, Sabrina pun menjadi pembicaraan di dunia Fisika karena ia sedang mengerjakan riset di bidang yang paling menantang dan kompleks (dalam usianya yang jelas masih muda): lubang hitam, karakteristik gravitasi, dan ruang-waktu. Kenali profil Sabrina Pasterski lebih jauh di Ozy:
This Millenial Might Be The New Einstein
Bersains Blog - Sabrina Pasterski

Jika anda pembaca novel  Lord of the Rings karya JRR Tolkien, anda mungkin akan ingat Ent, mahluk berbentuk pohon yang bisa berjalan. Di hutan lindung Sumaco Biosphere di Ekuador, anda akan menjumpai pohon yang serupa dengan Ent, yaitu pohon palem berjalan. “Saat tanah hancur, akar pohon tumbuh dan mencari tanah baru yang lebih solid, kadang sejauh 20 meter,” kata Peter Vrsansky, ahli palaeobiologi dari Institut Sains Bumi dari Akademi Sains Slowakia di Bratislava. Saat akar-akar yang berada di tanah baru dan pohon melengkung ke arah tanah yang baru, akar-akar pohon yang lama akan terangkat ke permukaan. Walau proses tersebut memakan waktu 2 tahun, tapi pohon-pohon tersebut benar-benar berpindah. Simak artikel lengkapnya di BBC:
Pohon yang bisa berjalan 20 meter tiap tahun

[6 Januari 2016] Tim redaksi Bersains mengucapkan: Selamat Tahun Baru 2016!

Mengiringi tahun baru, beberapa berita gembira dari Bersains dan dunia sains turut hadir: Majalah Bersains daring edisi perdana 2016 telah terbit! Dapatkan majalahnya langsung di menu Majalah Bersains berikut: https://bersains.wordpress.com/majalah-bersains/

Berikutnya adalah berita gembira dari dunia sains: 4 unsur baru telah ditambahkan secara resmi ke dalam tabel periodik unsur IUPAC. Keempat unsur tersebut memiliki nomor atom 113, 115, 117, dan 118. Simak pengumuman selengkapnya di website IUPAC:
Discovery and Assignment of Elements with Atomic Numbers 113, 115, 117 and 118

Jika ada masalah lingkungan dunia yang penyebabnya masih terus terjadi hingga saat ini, maka masalah tersebut adalah ‘botol plastik. Pencarian solusi atas kebutuhan wadah air minum yang ramah lingkungan juga tak berakhir. Kali ini, Skipping Rocks Lab yang bermarkas di London menciptakan botol air minum yang dapat dimakan. Mereka menyebutnya, “Ohoo!” Wadah air ini terbuat dari membran berbahan rumput laut. Jika air yang ada di dalamnya sudah diminum, ‘botolnya’ bisa sekaligus dimakan. Menarik bukan? Simak berita lengkapnya di website Discovery berikut:
Meet Ooho!, the Edible, Plastic-Free Water Bottle

[21 Desember 2015] NASA mengadakan kompetisi desain habitat untuk tempat tinggal manusia di Mars, 3D Printed Habitat Challenge, yang dibuka pada bulan Mei 2015. Sebuah firma desain dari Prancis bernama Fabulous menjawab tantangan dari kompetisi tersebut dengan desain yang mengagumkan dan cerdas. Walaupun akhirnya desain tersebut akhirnya tidak terpilih ke dalam kompetisi karena Fabulous bukan perusahaan Amerika, desainnya patut untuk disimak. Selengkapnya di NASA challenged designers to make a Martian home — one company created something incredible

Mungkin karena NASA sudah lelah mendengar perdebatan publik yang tak ada habisnya mengenai benar atau tidaknya pendaratan di bulan (Apollo Moon Project) pada tahun  1969, maka dirilislah lebih dari 8.000 dokumentasi foto yang diambil selama misi itu dilangsungkan. Kunjungi dan saksikan proses bersejarah pendaratan pertama manusia di bulan tersebut di Project Apollo Archive (Filckr).

Bersains Blog - Project Apollo Archive (Flickr)

[2 Desember 2015] Perusahaan bernama Tarmac menciptakan Topmix Permeable, adukan berpori dari semen, pasir, dan air, yang dapat menyerap air hujan dan mengalirkannya ke saluran air di bawah permukaannya. Dan jumlah air yang dapat diserapnya tidak main-main: 3,331 liter per menit. Wow!

Dengan penataan dan perencanaan yang baik, teknologi ini akan menjadi solusi brilian bagi masalah banjir di daerah perkotaan. Tak sabar rasanya menanti teknologi ini diadopsi di kota Bandung. Simak videonya di Tech Insider berikut ini:
This new ‘thirsty’ concrete absorbs 880 gallons of water a minute

Bersains Blog - Topmix Permeable

Wahana eksplorasi luar angkasa New Horizon milik NASA yang diterbangkan ke Pluto diluncurkan pada tahun 2006 dan berhasil melewati Pluto tahun ini. Pada tahun 2007, iPhone pertama dari Apple dirilis ke publik. Nah, menurut Imagination Technologies, perusahaan yang membuat chip di dalam New Horizon, CPU di dalam wahana tersebut berada di bawah kualitas chip iPhone pertama. Lebih jauh lagi, foto-foto dari Pluto yang diterima oleh ilmuwan NASA itu diambil dengan kamera 1 megapixel saja.

Menarik bukan, bagaimana teknologi yang lebih inferior dari ponsel pintar saat ini  memiliki manfaat yang lebih besar untuk umat manusia daripada sekedar untuk mengambil foto selfie? Simak ulasannya berikut ini: The original iPhone is much more powerful than the New Horizons probe that flew to Pluto

[26 November 2015] Dua hari lalu adalah hari yang bersejarah bagi Blue Origin, perusahaan roket luar angkasa yang dimiliki oleh Bos perusahaan Amazon, Jeff Bezos. New Shepard, kendaraan luar angkasa buatan Blue Origin, berhasil terbang ke ketinggian 100,5 kilometer, lalu mendarat dengan sukses dan mulus di lokasi peluncurannya di Texas Barat. Ya, itu adalah saat yang bersejarah karena akhirnya roket yang dapat dipakai ulang berhasil dibuat,

Blue Origin bukanlah satu-satunya perusahaan yang berusaha membuat roket seperti itu. SpaceX, perusahaan besutan Elon Musk, pernah meluncurkan roket berukuran lebih besar dengan konsep serupa namun sayangnya roket tersebut gagal mendarat dan meledak. Simak berita lengkapnya di ArsTechnica: Jeff Bezos and Elon Musk spar over gravity of Blue Origin rocket landing
Bersains Blog - Roket Blue Ocean

[19 November 2015] Jika ada yang bisa membuat aroma minyak mawar atau minuman bersoda dengan merekayasa DNA ragi, maka itu adalah ahli Biologi. Malah, profesi ‘desainer’ yang akan menjadi bintang dalam beberapa tahun ke depan nampaknya bukan lagi Desainer Grafis atau Desainer Produk, tapi Desainer Organisme dan Insinyur Biologi (Bioengineer). Kurang lebih itulah yang dikerjakan oleh para biohacker di Ginkgo BioWorks, sebuah perusahaan start-up berlokasi di Boston, AS. Perusahaan ini dirikan salah satunya oleh Tom Knight, profesor dari MIT,  bersama-sama dengan beberapa mahasiswa doktoralnya di bidang Biological Engineering. Dan jika dipelajari lebih jauh, apa yang dikerjakan Ginkgo BioWorks merupakan satu indikator menarik bahwa ilmuwan Biologi akan menjadi salah satu profesi yang menjanjikan. Simak artikel lengkapnya di Wired berikut ini:
Move Over, Jony Ive–Biologists Are The Next Rock Star Designer

Tardigrade atau juga dikenal sebagai ‘beruang air’ punya perilaku menarik yang membuat mereka bisa bertahan hidup dalam kondisi ekstrim: jika air dihilangkan dari lingkungan mereka hidup, mereka akan melapisi diri mereka dengan semacam molekul gelas dalam jumlah besar, yang membuat mereka masuk dalam kondisi ‘suspended animation’. Dari penemuan tentang Tardigrade tersebut, Juan de Pablo, profesor di bidang rekayasa molekul Universitas Chicago meneliti bagaimana caranya mereka dapat menghasilkan material ‘gelas’ yang serupa dengan yang dihasilkan Tardigrade, di dalam lab. Simak artikel lengkapnya di Futurity berikut ini:
Tough little ‘water bears’ inspire new glass
Bersains - Beruang Air Tardigrade

[10 November 2015] Setelah ditemukannya bukti bahwa terdapat aliran sementara air dalam bentuk cairan (liquid water) di Mars,  ilmuwan NASA baru-baru ini kembali dikejutkan dengan penemuan dari Pluto: terdapat sepasang kaldera vulkanik dari es yang ditemukan di dekat kutub selatan Pluto. Jika benar itu merupakan gunung vulkanik, maka itu adalah gunung vulkanik pertama yang ditemukan di luar Bumi. Tak hanya itu, Pluto bahkan lebih aneh lagi dengan adanya ‘kemungkinan’ gunung melayang dan bulan-bulan (Nix, Styx, Kerberos, dan Hydra) yang perilaku orbitnya tidak wajar. Baca selengkapnya di National Geographic:
Floating Mountains on Pluto—You Can’t Make This Stuff Up

Michael Chorost adalah seorang ahli teori teknologi yang menjadi tuna rungu pada tahun 2001, setelah seumur hidupnya mengalami masalah dalam pendengarannya. Namun kini Michael Chorost mendapatkan implan dari Choclear di otaknya, yang membuat ia setidaknya bisa mendengar percakapan orang lain walaupun tidak seutuh seperti orang dengan pendengaran normal. Dalam berita yang diturunkan oleh National Geographic daring berikut, Michael Chorost berbicara mengenai perkembangan teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan banyak hal dalam kehidupan manusia:
How Technology in Our Bodies Will Make Us ‘More Than Human’

[16 September 2015] Dengan iklim yang makin hangat, nyamuk besar di Arktik, Alaska, merajalela. Dengan suhu yang naik rerata 2 derajat, nyamuk muda punya kesempatan 50% lebih banyak untuk selamat hingga umur dewasa di Arktik. Akibatnya populasi mereka meningkat tajam dan sumber makanan mereka tidak jauh-jauh dari mamalia terdekat: manusia, rusa kutub, caribou. Semerajalela apa? Lauren Culler, peneliti postdoktoral dari Dartmouth College’s Institute of Arctic Studies yang mempelajari serangga di Greenland bercerita, salah satu koleganya pernah dikerubungi 100 nyamuk dalam satu waktu.

Terus terang, berita dari National Geographic ini membuat tim redaksi tetiba merasakan gatal-gatal di kulit:
Why the Arctic’s Big Mosquito Problem Is Getting a Lot Worse

Bersains Blog - Nyamuk Arktik


Di perairan California bagian tengah, ada pemandangan yang tidak biasa: bulu babi (sea urchin) bertebaran di dasar laut. Bulu babi bukanlah binatang laut yang biasa berada di perairan terbuka. Mereka biasanya menempatkan diri mereka di celah-celah atau di bawah karang. Namun pemandangan bulu babi ungu yang memenuhi dasar laut California bagian tengah ini menggetarkan nyali.

Setelah ditelusuri, merajalelanya bulu babi ungu ini ada kaitannya dengan kematian besar-besaran dari (jutaan) bintang laut akibat serangan semacam parvovirus, yang membuat tubuh bintang laut meleleh menjadi onggokan putih kental. Bintang laut merupakan pemakan bulu babi. Karena jutaan bintang laut mati akibat virus, populasi bulu babi meningkat tajam karena populasi predator mereka berkurang jauh.

Simak ulasan lengkapnya di National Geographic: As Sea Stars Die, New Worries About Urchins

Bersains Blog - Bintang Laut Menurun dan Bulu Babi Merajalela

[22 Juli 215] Tim redaksi Blog Bersains mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah!” Dalam suasana perayaan Lebaran kali ini, redaksi mengumpulkan berita-berita sains terbaru yang menggembirakan dan unik.
—-
6 hari yang lalu, dunia maya di Jepang dihebohkan dengan Jorunna parva, siput laut (sea slug) yang menyerupai kelinci putih gemuk dengan ‘telinga’ kehitaman. Organ yang berbentuk seperti telinga kelinci itu sebetulnya rhinophores atau organ pengindera chemosensory untuk rasa/bau, yang membantu siput laut imut ini mendeteksi zat kimia di  dalam air laut dan bertahan hidup di dasar laut. ‘Kelinci Laut’ ini dapat ditemukan di seputar perairan Jepang, Filipina, dan Laut India.

Siput laut sendiri merupakan moluska tanpa cangkang yang terdiri dari 3000 spesies di seluruh dunia, dengan ciri khas berupa warnanya yang ngejreng, insang luar, serta memiliki organ-organ eksternal lainnya. Dan ketika berbicara soal ngejreng, kemarin dunia maya kembali dihebohkan dengan spesies lain dari siput laut: ‘Domba Laut’ yang benar-benar menyerupai domba dan dapat berfotosintesis! Tim redaksi memasang foto Domba Laut ini di bagian paling atas halaman berita agar para pembaca menyaksikan sendiri bentuknya yang menggemaskan. 😀

Bored Panda: Sea Bunnies: Japan Is Going Crazy About These Furry Sea Slugs
Liputan Domba Laut di Bored Panda:
Sea Sheep? This Adorable Sea Slug Eats So Much Algae It Can Photosynthesize

Bersains Blog - Kelinci Laut


Status Pluto memang diragukan. Setelah ditemukan pada tahun 1930 oleh Clyde Tombaugh, status ‘keplanetan’ dari Pluto dipertanyakan oleh beberapa ilmuwan setelah tahun 1992 (bahkan sempat ‘dikeluarkan’ dari  sistem planet Tata Surya).  Pada tahun 2006 bahkan terjadi perdebatan panas mengenai status Pluto dan definisi ‘planet’, yang berujung pada pengumuman IAU tentang istilah ‘plutoid’ yang mengacu pada Pluto dan objek luar angkasa lainnya di seputar Pluto (baca selengkapnya di Wikipedia).

Namun kita tidak akan membahas status Pluto kali ini. Kita akan memperbincangkan kabar gembira yang manusia Bumi terima pada 14 Juli 2015 lalu: misi New Horizons dari NASA yang bertujuan meneliti Pluto dan Sabuk Kuiper telah tiba di Pluto (bahkan kini telah melewatinya) dan mengirimkan gambar-gambar jarak dekat dari tentang Pluto.

Sejauh ini NASA telah melihat 2 pegunungan muda di daerah ekuator Pluto, yang terdiri dari es (seperti halnya permukaan Pluto lainnya). NASA juga menerima gambar jarak-dekat dari Charon, bulan terbesar dari Pluto.  Perkembangan terbaru dari misi New Horizons dapat disimak di tautan-tautan berikut:
New Horizons Website: http://pluto.jhuapl.edu/
Galeri foto Pluto dari NASAhttp://www.nasa.gov/mission_pages/newhorizons/images/index.html Pegunungan Es di Pluto-NASA: https://www.nasa.gov/image-feature/the-icy-mountains-of-pluto

Bersains Blog - Pegunungan Es Pluto

[24 Juni 2015] Cula badak terdiri dari keratin. Namun ketika cula badak dipercayai dapat menyembuhkan demam dan menambah kecantikan kulit, yang menyebabkan pembunuhan badak di berbagai benua demi mengambil culanya saja,  itu sungguh mengherankan. Mengapa? Karena keratin dalam cula badak adalah protein yang juga ada di kuku dan rambut kita. Tak lebih.

Rhino Rescue Project adalah sebuah lembaga yang selama 4 tahun terakhir mencoba untuk menurunkan nilai dari cula badak, dengan harapan para pemburu badak akan ‘menjauhi’ badak-badak tersebut. Mereka menyuntikkan ectoparasiticides (obat anti parasit) dan bahan pewarna pink ke cula badak. Obat tersebut tidak akan berbahaya bagi badak, tapi bagi manusia yang mengonsumsi cula badak, minimal mereka akan merasa mual, mengalami diare, muntah-muntah, atau sakit kepala hebat.

Tak hanya menjauhkan badak dari pemburu tidak bertanggung-jawab, ide ini membuat para badak terlihat lebih trendi, bukan?
Takepart: Pink Poison, the Surprising New Trend That’s Saving Rhinos
PRI: Poisoning rhino horns doesn’t hurt the rhinos, but it may keep poachers away
IFL Science: Biotech Firm 3D Prints Fake Rhino Horn That’s Genetically Identical To The Real Thing

Bersains Blog - Pinked-Horn Rhino


Pada tahun 2013, Boyan Slat yang masih berusia 18 tahun menggagas ide untuk membersihkan lautan di Bumi dari sampah plastik. Waktu itu idenya disebut ‘tidak mungkin’ atau ‘mustahil’. Dengan 8 juta ton sampah yang masuk ke lautan tiap tahunnya (Jambeck et al., 2015), ditambah dengan luasnya lautan di Bumi, sebutan ‘tidak mungkin’ untuk ide Boyan Slat rasanya masuk akal, baik dari segi teknis maupun segi anggaran.

Namun 2 tahun, 100 lebih sukarelawan yang terdiri dari ilmuwan di berbagai bidang dan ahli di bidang lainnya, serta 2 juta dolar dana crowd funding kemudian, Boyan Slat dengan yayasan The Ocean Cleanup-nya  sukses menunjukkan bahwa idenya mungkin dan mereka akan mulai membersihkan laut mulai tahun 2016. Ini adalah suatu bukti bahwa yang disebut ‘impossible’ hanya perlu satu tambahan tanda baca dan spasi saja: I‘m possible.
http://www.theoceancleanup.com/about-us.html

Simak presentasi Boyan Slat di The Ocean Cleanup pada bulan Juni 2014, memaparkan hasil feasibility study dari projek pembersihan plastik dari lautan:  Youtube.
Bersains Blog - The Ocean Cleanup

[3 Juni 2015] Cleo Loi adalah mahasiswi pasca sarjana berusia 23 tahun ARC Centre of Excellence for All-sky Astrophysics (CAASTRO) and School of Physics di University of Sydney. Cleo Loi dan timnya baru-baru ini mengonfirmasikan sebuah teori berusia 60 tahun tentang keberadaan struktur plasma di lapisan magnetosfir Bumi. Penemuan mereka sangat penting karena–salah satu alasannya–ada kemungkinan bahwa struktur plasma inilah yang menyebabkan distorsi pada sistem navigasi satelite-based yang dimiliki pihak sipil dan militer.

Penemuan ini membuat Cleo Loi diganjar 2015 Bok Prize dari Astronomical Society of Australia. Simak bagaimana Cleo dan timnya menemukan dan memetakan struktur plasma tersebut di sini:
IFL Sciences: Student Confirms That There Are Enormous Tubes Of Plasma Floating Above The Earth
io9: Large Plasma Tubes Confirmed to Exist Above The Earth’s Atmosphere

Bersains Blog - Plasma Tubes


Sabuk Van Allen adalah dua lapis sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi yang ditemukan pada tahun 1958. Penemuan sabuk Van Allen merupakan awal dari Era Luar Angkasa. Sabuk radiasi serupa dapat juga ditemukan di beberapa planet lain.  Namun ketika di bulan Agustus 2012 peneliti NASA meluncurkan robot penelitian Van Allen Probes ke magnetosfir  Bumi, mereka tidak pernah menyangka akan menemukan lapisan sabuk radiasi ke-3.

Lapisan ke-3 dari sabuk Van Allen sempat terdeteksi dan terekam dengan baik selama sebulan penuh, sebelum kemudian hilang akibat gelombang-kejut antar planet yang datang dari Matahari.  Simak ulasan lengkapnya di tautan-tautan berikut ini:
io9: NASA: “We’ve discovered a previously unknown surprise circling Earth”
Wikipedia: Van Allen radiation belt
Bersains Blog - Sabuk Ketiga Van Allen

[20 Mei 2015] Pada tahun 2012, dr. Cristopher Charles dari Kanada memulai sebuah program yang bernama “The Lucky Iron Fish”. Misinya sederhana: mengentaskan kekurangan zat besi pada penduduk Kamboja. Ia terkejut ketika mengetahui bahwa 6 juta penduduk Kamboja mengalami kekurangan zat besi dalam makanannya (jumlah yang hampir separuh penduduk Kamboja). Ia menawarkan solusi yang brilian dan sederhana: memasukkan ikan besi ke dalam panci masakan.

Sebuah contoh sederhana aplikasi dari ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia:
How This Iron Fish Can Make You Strong And Save People’s Lives
Bersains Blog - The Lucky Iron Fish

[13 Mei 2015] Ombak dan dan  gelombang permukaan yang biasa kita jumpai ternyata bukan satu-satunya gelombang yang ada di laut. Gelombang ‘internal’ bawah laut adalah gelombang lainnya yang tersembunyi dari pandangan mata namun berperan sangat penting dalam bercampurnya air laut dan suhu air laut. Hasil penelitian mendetail tentang gelombang internal laut yang tingginya bisa mencapai 500 meter  ini dipublikasikan di Nature pada tanggal 6 Mei 2015 lalu. Hasil penelitian yang ditulis bersama oleh 42 peneliti dari 25 institusi di 5 negara ini, memberikan gambaran komperehensif tentang bagaimana gelombang kolosal dan tak terlihat di bawah laut lahir, menyebar, dan menghilang.

Baca berita lengkapnya di MIT News:
Researchers unravel secrets of hidden waves

Bersains Blog - MIT Internal Waves


Walaupun gurih dan lezat di lidah, junk food tidak ‘disukai’ oleh berbagai bakteri pencernaan kita. Tim Spector, penulis buku “The Diet Myth”, melakukan riset tentang efek buruk junk food terhadap tubuh manusia. Fakta bahwa junk food tidak baik untuk kesehatan bukanlah hal yang baru. Namun Tim Spector menemukan fakta lain yang mengkhawatirkan: pola makan yang kaya junk food dalam keseharian kita dapat menghancurkan sebagian besar bakteri pencernaan dengan sangat cepat.

Pelajari bagaimana proses hancurnya bakteri pencernaan akibat terlalu banyak mengonsumsi junk food dan bagaimana cara memulihkannya di:
Your Gut Bacteria Don’t Like Junk Food – Even If You Do
Bersains Blog - Junk Food praylikeagourmetdotcom

[6 Mei 2015] Tim NASA’s Langley Research Center di Hampton, Virginia telah berhasil melakukan tes terhadap prototipe pesawat yang bisa take-off secara vertikal layaknya helikopter DAN juga dapat terbang secara horisontal seperti layaknya pesawat propeler.  Prototipe yang diberi kode GL-10 ini akan memasuki tahap berikutnya: pengujian efisiensi aerodinamisnya. Simak berita lengkapnya di:
Ten-Engine Electric Plane Completes Successful Flight Test

Bersains Blog - Prototipe GL-10


Setelah Costa Rica berhasil menggunakan listrik hanya dari sumber energi terbarukan selama 75 hari non-stop di awal tahun 2015 ini, kabar positif lainnya datang dari Hawaii: mereka mencanangkan bahwa pada tahun 2045, mereka akan sepenuhnya memproduksi listrik dari sumber energi terbarukan.  Saat ini baru 22% listrik di Hawaii diproduksi dari sumber energi ‘hijau’. Pada tahun 2020, ditargetkan penggunaan sebesar 30% listrik dari energi ‘hijau’. Pencapaian Hawaii dan Costa Rica kemudian mengundang pertanyaan,  bagaimana dengan Indonesia yang punya berbagai potensi yang kaya akan sumber energi terbarukan? Apakah target serupa dengan Hawaii dan Costa Rica akan dicanangkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pasokan listrik yang dibangkitkan dari bahan bakar fosil?

Simak liputan lengkap mengenai pencapaian Hawaii dalam listrik ‘hijau’ di IFL Sciences:
Hawaii Wants To Get 100% Of Its Electricity From Renewable Sources by 2045

Bersains Blog - Oahu Hawaii Landscape stock-free-imagesdotnet

[22 April 2015] Martin Vargic, desainer grafis dan astronom amatir dari Slovakia, bereksperimen dengan bagaimana rupa senja yang akan kita nikmati jika Matahari yang menjadi pusat tata surya kita diganti menjadi bintang lain. Martin Vargic membuat ilustrasi dengan bintang-bintang yang tingkat kecerlangan, ukuran, dan suhu yang berbeda dari Matahari. Hasilnya sungguh menarik: senja di Bumi akan terlihat merah hingga kuning terang, bergantung bintangnya.

Simak artikel lengkap dan ilustrasinya di National Geographic Indonesia daring:
Inilah Rupa Senja bila Bintang Bumi Bukan Matahari

Bintang Kembar Kepler-35 dilihat dari Bumi. (Martin Vargic)
Bintang Kembar Kepler-35 dilihat dari Bumi. (Martin Vargic)

Pencarian sumber-sumber panas bumi mendapatkan energi pendorong baru: penginderaan yang dilakukan oleh satelit Goce milik Eropa. Informasi tentang variasi dari gaya gravitasi di permukaan bumi ternyata dapat menolong dalam pencarian lokasi-lokasi potensial di mana panas di bawah permukaan bumi dapat dieksploitasi untuk membangkitkan listrik.

Simak laporan lengkapnya di BBC Science-Environment berikut:
Goce gravity boost to geothermal hunt

Bersains Blog - Citra Penginderaan Satelit Goce

[15 April 2015] Jika anda telah menonton film Interstellar (2014) yang menceritakan tentang ekspedisi manusia bumi untuk menemukan dunia baru, maka anda akan ingat bahwa dark matter yang selama ini misterius dan asing, menjadi salah satu latar film yang sangat ‘dekat’ dan ‘tidak terlalu misterius’. Dan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim ahli astronomi yang dipimpin Dr Richard Massey di Durham University baru-baru ini mengkonfirmasi hal tersebut: “We are finally homing in on dark matter from above and below – squeezing our knowledge from two directions.

Simak berita lengkapnya dan rencana tim Dr Massey untuk melakukan penelitian lanjutannya diulas di BBC daring:
Dark matter becomes less ‘ghostly’
Bersains Blog - Dark Matter

Ketika anda sedang melamun atau saat mata anda tidak fokus, pernahkah anda memperhatikan bahwa kadang ada semacam cacing-cacing bening atau mikroorganisme terlihat mengapung di mata anda  namun saat anda bercermin, tidak ada apa-apa di mata anda?  Penampakan yang anda lihat itu sebenarnya merupakan bayangan dari objek disebut floaters yang tertahan dalam gel pengisi bola mata anda (vitreous humor). Floaters itu biasanya merupakan protein dari vitreous humor yang menumpuk berdekatan di dalam bola mata.

Ingin tahu bagaimana floaters bisa menimbulkan bayangan serupa mahluk renik di mata anda? Baca selengkapnya di sini:
What Are Those Strange Things You See Floating In Your Eye?
Bersains Blog - Eye Floaters

[8 April 2015] Baru-baru ini, ilmuwan dari Tiongkok berhasil memfoto hewan langka nan imut dan menggemaskan  bernama Ili pika (Ochotona iliensis) di Pegunungan Tianshan. Meski imut dan menggemaskan seperti tokoh Pikachu dari kartun Pokemon, hanya ada 29 ekor yang berhasil dipergoki ilmuwan dalam tiga dekade terakhir! Hewan ini sangat pandai ‘bersembunyi’, menurut ilmuwan yang menelitinya.

Simak berita lengkapnya di IFL Science dan National Geographic:

  1.  Scientists Photograph Rare Teddy Bear-Like Creature For The First Time In Decades
  2.  Unbelievably Cute Mammal With Teddy Bear Face Rediscovered
Ochotona iliensis si 'Pikachu' Imut Dari Tiongkok
Ochotona iliensis si ‘Pikachu’ Imut Dari Tiongkok

‘Petrichor’ mungkin terdengar unik dan sedikit eksotis. Lalu jika anda tahu bahwa artinya adalah ‘bau yang tercium saat air hujan jatuh menyentuh tanah’, anda akan lebih terkesan lagi, “Ternyata ada ya istilah untuk bau lembab yang menyenangkan itu?” Pelajari lebih jauh bagaimana istilah itu ditemukan setelah 86 tahun diteliti CSIRO Australia dan bagaimana tim dari MIT merekam proses dilepaskannya aerosol ‘petrichor’ dengan kamera berkecepatan tinggi di sini:
The Smell Of Rain: How CSIRO Invented A New Word
Petrichor

[1 April 2015] April Mop! Saatnya untuk berita yang ‘fun’ dan ‘cool’ *big grin*.

‘Daybraker’ adalah acara ‘rave’ yang menyehatkan. Setidaknya itu testimoni dari Andrea, salah satu yang ikut acara ini. Jika anda bingung dengan apa itu ‘rave’, maka kami jamin bahwa istilah ‘clubbing’ atau ‘dugem’ anda akan kenali. Acara dwi-mingguan yang diprakarsai oleh Matt Brimer dan Radha Agrawal ini sedang nge-hits di Amerika Serikat karena selain menyehatkan, acara ini dilaksanakan mulai jam 6 pagi dan di hari kerja! Ya, anda tidak salah baca. Selain itu, tidak boleh ada alkohol dan narkoba dalam acara ini. Yang diperbolehkan adalah kopi. Kalau kopi belum datang karena kedai kopinya belum buka, jus sayur+buah (green juice) akan disediakan. Menyehatkan sekali, bukan?

Acara yang sedang trending di AS ini awalnya dibuat sebagai ekperimen sosial. Duo Matt dan Radha mengundang 300 teman dekatnya ketika membuat ‘Daybraker’ pertama mereka. Meski yang datang hanya 150 orang waktu itu, ‘Daybraker’ berkembang menjadi acara yang fenomenal dan selalu ditunggu. Penasaran dengan ‘Daybraker’? Jangan tunggu lama-lama, langsung saja buka tautan berikut:
What A Sober 6 A.M. Rave Can Do For You

[24 Maret 2015] Pada tahun 1992 atau 23 tahun yang lalu, 29000 mainan plastik untuk kamar mandi tumpah karena kontainernya tersapu ombak dari atas kapal kargo. 29000 mainan plastik berbentuk bebek kuning, kura-kura biru, katak hijau, dan berang-berang merah ini mendapat julukan ‘Friendly Floatees’ dan menjadi sangat terkenal karena seorang ahli Oseanografi, Curtis Ebbesmeyer menggunakan semua mainan plastik tersebut untuk memodelkan arus lautan dunia. Simak informasi lengkapnya di Wikipedia berikut ini (ya, mereka punya halaman Wikipedia sendiri):
Friendly Floatees

Baca juga artikel dari Daily Mail Inggris di tahun 2007, yang ketika itu sebagian rombongan Friendly Floatees ‘diperkirakan akan terdampar’ di barat daya Inggris:
Thousands of Rubber Ducks to Land on British Shores After 15 Year Journey

Bersains Blog - Friendly Floatees

[17 Maret 2015] Jika anda sedang berencana untuk memiliki hewan peliharaan yang beda dari yang lain, mungkin Kepiting Vampir berwarna ungu ini (ya, warnanya ungu) bisa anda pertimbangkan. Menurut artikel yang diturunkan oleh National Geographic daring di kolom Weird & Wild, asal daerah dari spesies kepiting dengan warna ngejreng dan ditemukan baru-baru ini saja, adalah Jawa, Indonesia.

Geosesarma dennerle or known as Vampire Crab pose its brilliant color, purple.
Geosesarma dennerle or known as Vampire Crab pose its brilliant color, purple.

Oya! Selain Kepiting Vampir berwarna ungu (Geosesarma dennerle), ditemukan juga teman kepitingnya yang lain dengan warna yang tak kalah ngejreng-nya (mata kuning dan capit merah), Geosesarma hagen:
Two Vampire Crab Species Found, Are Already Popular Pets

Bersains Blog - Geosesarma hagen (from NatGeo)

Berbicara tentang hewan, darah mereka ternyata berwarna-warni lho. Masih dari Weird & Wild di National Geographic daring. National Geographic menerbitkan ulasan tentang ‘darah biru’ yang tidak hanya dimiliki oleh para bangsawan elit di dunia manusia, tapi juga–salah satunya–oleh gurita Antartika berwajah masam berikut ini, yang entah kenapa, mengingatkan kami pada tokoh di film Pirates of Carribean.

Bersains Blog - Antartic Octopus (from National Geographic)

Darah itu (tak hanya) merah, Jendral!
In Animal Kingdom, Blood Comes in a Rainbow of Colors

[5 Maret 2015] “Kami kembar, tapi tidak pernah ada yang percaya bahwa kami saudari kembar.” Demikianlah penuturan saudari kembar dari Inggris, Lucy dan Maria Almer. Lucy berkulit putih dan berambut merah-lurus, sementara Maria berkulit gelap dan berambut ikal-keriting. Ternyata, mereka bukan saudara/i kembar non-identik pertama dalam keluarganya yang ‘benar-benar berbeda’. Baca berita lengkapnya di Daily Mail UK:
The twins that EVERYONE can tell apart!

Bersains Blog - Twins People Can Tell Apart

[27 Februari 2015] Pada tahun 1972, ahli perilaku hewan, John Calhoun membangun ‘surga’ bagi para tikus yang dinamai Universe 25 dan dia akan mempelajari perilaku tikus-tikus yang ditempatkan di sana. Diawali dari 4 tikus jantan dan 4 tikus betina, di hari ke-560, populasi tikus yang hidup di Universe 25 mencapai angka 2200 ekor dan yang mengejutkannya, angka populasi tersebut lalu berkurang hingga ke titik di mana para tikus akan mengalami kepunahan. Baca artikel lengkapnya di iO9:
How Mice Turned Their Private Paradise Into A Terrifying Dystopia

[18 Februari 2015] Perubahan iklim itu ‘buruk’. Gletser yang mencair juga ‘buruk’. Pertanyaannya, apa yang terjadi jika kedua hal itu muncul bersamaan? Hasilnya adalah fenomena yang disebut ‘Dead Water’. Dan berhati-hatilah kalau kapal anda sampai berlayar di atas ‘Air Mati’ ini; kapal anda akan sulit bergerak ke mana-mana! Baca penjelasan lengkapnya di:
Melting Glaciers Lead to the Freak Phenomenon Of “Dead Water”

Pernah mendengar Sindrom Gourmand? Sindrom ini bisa dibilang merupakan sindrom akibat cedera otak yang paling ‘lezat’. Aneh tapi nyata, penderitanya menjadi orang-orang yang sangat memperhatikan makanan berkualitas tinggi *Admin tersenyum lebar sekali*:
“Gourmand Syndrome” Is The Most Delicious Kind Of Brain Injury

[2 Februari 2015] Ahli Kimia mengkonfirmasikan bahwa ikatan kimia baru telah ditemukan. Simak laporannya di Scientific American:
Chemists Confirm the Existence of New Type of Bond

Ditemukannya tak kurang dari 5 planet yang mengorbit di bintang Kepler-444 dalam galaksi kita, dibahas dalam The Conversation:
Ancient Exoplanet Discovery Boosts Chances of Finding Alien Life

[26 Januari 2015] Jika anda suka dengan tantangan dan ingin mencoba ‘makanan masa depan’,  25 jenis serangga berikut mungkin bisa dicoba (berdasarkan klaim David George Gordon, penulis buku ‘To Eat-A-Bug Cookbook’ lho ya):
The Future of Food: 25 Edible Insects

[21 Januari 2015] Scientific American menulis tentang temuan dari pesawat penjelajah luar angkasa Kepler milik NASA yang menemukan dua planet dengan ukuran dan orbit yang mirip Bumi:
Newfound Exoplanets Are Most Earth-Like Yet

Popular Mechanics menyarikan 10 berita sains top di 2014 — tak hanya tentang pendaratan di komet, Ebola, terorisme di dunia maya, tapi juga gelombang gravitasi yang (sepertinya) ada dan jenis dinosaurus baru yang ditemukan:
The Top 10 Science Stories of 2014

 

2 thoughts on “Berita Sains Terkini”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: