Teknik Penginderaan Kompresif: Prinsip dan Aplikasinya

Teknologi dijital masa kini memberi banyak sekali imbas dan kemudahan bagi umat manusia. Imbas yang dimaksud di antaranya adalah bergesernya alat/media untuk menikmati produk dijital serta berbagai aplikasi baru untuk mengaksesnya, seperti MP3 player yang menggantikan pemutar kaset Walkman. Kemudahan dalam mengakses produk dijital sendiri bisa kita saksikan dan rasakan lewat kehadiran Youtube yang memungkinkan kita untuk mengakses jutaan konten secara gratis, dan layanan streaming TV/musik/film yang berbayar untuk mengakses konten premium, yang disadari atau tidak telah melahirkan kultur baru dalam mengakses konten.

Pertanyaan: pernahkah terbersit dalam benak anda bagaimana sebenarnya perbedaan teknologi analog dan dijital itu? Mengapa teknologi dijital secara luas kini menggantikan teknologi analog dan aspek mana yang menjadikan teknologi dijital superior dibandingkan teknologi analog? Sejauh mana teknologi dijital telah berkembang dan di mana saja aplikasinya? Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebutlah yang akan dibedah dalam tulisan Bersains edisi September 2016 kali ini.

Mari kita simak tulisan dari tim yang terdiri atas Koredianto Usman, Indrarini D. Irawati, Andriyan B. Suksmono, dan Hendra Gunawan ini.

Iklan

Eksotisme Wayang Bébér Sengkala

Anda suka surabi? Tahukah Anda bahwa surabi sudah dikonsumsi prajurit Mataram pada peperangan tahun 1628-29? Sebuah karya seni yang juga mengawetkan memori tentang surabi dalam bentuk penyandian hadir sedikit lebih lambat, tepatnya tahun 1614 Jawa atau 1692 M. Sebagian duplikat dari karya tersebut dapat ditemukan di Sanggaluri, sebuah taman wisata dan edukasi yang asri di Kabupaten Purbalingga. Karya tersebut melukiskan bagian dari jagong (adegan) dalam wayang bébér lakon Jaka Kembang Kuning (JKK). Adegan-adegan yang ada di Sanggaluri mungkin merupakan hasil tedhak sungging (tiru ulang) dari gambar wayang bébér yang asli dari Pacitan. Sekilas tidak ada yang aneh dengan gambar pada karya tersebut. Tetapi, dengan mengikuti alur cerita selanjutnya, akan ada kehangatan lain yang segera saja menjadi sangat menarik untuk dicermati. Termasuk dari segi penyandian. Ya, matematika persandian. Persandian yang hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara dan India dalam bentuk sengkala atau word chronogram, warisan kuno yang masih terus lestari hingga kini. Itulah sebabnya, mengapa surabi diangkat sebagai judul tulisan ini. Baca selengkapnya di sini.

 

Nuklir Untuk Senjata

Iran, Israel, Amerika Serikat, dan Korea Utara punya persamaan: mereka saling berseteru soal nuklir. Lebih spesifiknya lagi, nuklir yang digunakan untuk senjata perang.

Iran dan Korea Utara telah mampu membuat rudal jarak jauh yang dipasang hulu-perang nuklir (nuclear warhead). Sementara Iran telah meningkatkan kemampuannya melalui pengayaan uranium dengan teknologi emparan (centrifuge), Korea Utara dengan pengayaan uranium di Nyonbyon maupun pembiakan plutonium-239 di fasilitas nuklir Yongbyon.

Tulisan Bersains edisi Juli 2016 kali ini tidak akan membahas kisruh nuklir antar 4 negara di atas. Membahas sains nuklir, itu  baru menarik. Apalagi menurut penulisnya, L. Wilardjo, Iran dan Korea Utara diduga belum menguasai teknologi pengayaan uranium dengan teralan tiga-tahap (three-stage excitation). Suatu teknologi nuklir yang (masih) sulit, walaupun prinsip ilmiahnya sudah diketahui.

Baca selengkapnya di sini. Tak lupa pula, anda akan mendapatkan sejarah mengenai asal mula ‘atom untuk perang’ di tulisan ini. Selamat menikmati!

Menalar Pasunda Bubat

Artikel Bersains edisi Juni 2016 kali ini akan membahas sejarah. Lebih spesifiknya lagi, sejarah seputar Pasunda Bubat. Tokoh-tokoh yang terlibat adalah mereka dari kerajaan Majapahit dan kerajaan Sunda. Namun penulis artikel ini tidak sekedar menuliskan alur sejarah, namun juga menelaah kitab sumber dari sejarah itu sendiri, diantaranya Pararaton.  Lebih jauh lagi, penulis mempertanyakan jeda antara insiden sejarah Pasunda Bubat (abad ke-14) dengan penulisan kitab Pararaton sendiri yang 2,5 abad (256 tahun setelah insiden Pasunda Bubat). Apakah penulisan kitab tersebut benar-benar didasari oleh motif pengekalan sejarah atau karena adanya VOC dengan kepentingannya yang sangat besar di Nusantara pada abad ke-16 dan mendapatkan perlawanan kuat di pulau Jawa saja, sehingga merasa perlu melakukan intervensi pada sejarah agar ‘orang Jawa’ dan ‘orang Sunda’ tidak bersatu?

Simak tulisan lengkapnya di sini.

Reaktor Termal

Listrik yang kita gunakan setiap hari tidak datang begitu saja. Sebelum didistribusikan ke pengguna, listrik harus melalui proses pengadaan atau dibangkitkan terlebih dulu. Salah satu metode pembangkitan listrik yang digunakan adalah dengan tenaga nuklir.

Pada artikel Bersains kali ini, L.Wilardjo akan membahas proses pembangkitan listrik dalam reaktor nuklir. Lebih spesifiknya lagi, artikel ini akan membahas reaktor termal, yang merupakan jantung dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Setelah selesai menelaah artikel ini, bisa jadi anda akan mendapat bayangan, seberapa dahsyat potensi energi yang diperoleh dari reaksi nuklir, dan juga potensi destruksi yang dihasilkannya.

Baca selengkapnya di sini.

%d blogger menyukai ini: