Arsip Tag: Albert Einstein

Penjahit Bego

Jika anda mengira hanya dunia politik saja yang penuh intrik, seteru, dan sengketa ada baiknya anda menyetop perkiraan itu sejenak dan menelaah tulisan dari L. Wilardjo pada Bersains edisi Juni 2015 kali ini. Siapa yang mengira bahwa tokoh-tokoh besar dalam sains, yang namanya sudah begitu lumrahnya didengar dan diperbincangkan manusia generasi setelah mereka, tak hanya punya teori sains, tapi juga punya sejarah panjang tentang perselisihan dan pertentangan.

L. Wilardjo memulainya dengan koreksi Bertrand Russell terhadap aksioma yang Gottlob  Frege tuangkan dalam buku “Hukum-Hukum Dasar Aritmetika” karyanya. Lalu debat sains antara Niels Bohr dan Albert Einstein. Belum lagi ‘permusuhan’ antara Isaac Newton dan Robert Hooke (yang juga merembet ke ranah pribadi). Jika ingin menggunakan istilah masa kini, yang terjadi antara tokoh-tokoh  besar sains tadi sangatlah ‘seru’.

Marilah kita tidak berpanjang kata lagi dan mengawali bacaan dengan kutipan dari Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH, M.A., (alm.), guru besar dan tokoh Hukum Progresif di Undip, yang mengatakan bahwa, “Ilmuwan boleh salah, asalkan tidak bohong, sedangkan politikawan boleh bohong, tetapi tidak boleh salah.” (selanjutnya)

Iklan

Catatan Kecil tentang Burung

Ketika sang penulis artikel ini mengatakan bahwa Matematika memiliki hubungan yang erat dengan puisi, bahkan lebih erat dari hubungan manusia dengan benaknya sendiri, sebagian besar orang akan mengerutkan kening. “Matematika dengan simbol-simbol asingnya, sangat membingungkan untuk dibaca,  dan memiliki kerumitan tingkat tinggi, mana mungkin berhubungan erat dengan puisi yang bernilai sastra, lebih mudah dibaca, dan bisa sangat menyentuh kalbu?”

Bahkan beberapa penyair terkenal seperti John Keats dan Edgar Allan Poe tampaknya belum mampu melihat hubungan erat itu, ujar penulis, Nirwan Ahmad Arsuka. Lewat “Catatan Kecil tentang Burung”, penulis membawa kita membedah klaim dari pandangan yang menyatakan bahwa sastra dan matematika tidak setara (bahkan sastra dipandang lebih unggul dari matematika), lalu membawa kita ke masa-masa awal pertumbuhan Matematika di Mesopotamia Kuno  hingga Arab pada abad ke-14, memperkenalkan kita pada berbagai tokoh-tokoh besar Matematika modern misalnya Cantor, Poincare, dan Turing, sambil menarasikan dinamika sejarah dari ide tentang Universalitas Matematika.

Baca selengkapnya di sini.