Arsip Tag: Einstein

Nuklir Untuk Senjata

Iran, Israel, Amerika Serikat, dan Korea Utara punya persamaan: mereka saling berseteru soal nuklir. Lebih spesifiknya lagi, nuklir yang digunakan untuk senjata perang.

Iran dan Korea Utara telah mampu membuat rudal jarak jauh yang dipasang hulu-perang nuklir (nuclear warhead). Sementara Iran telah meningkatkan kemampuannya melalui pengayaan uranium dengan teknologi emparan (centrifuge), Korea Utara dengan pengayaan uranium di Nyonbyon maupun pembiakan plutonium-239 di fasilitas nuklir Yongbyon.

Tulisan Bersains edisi Juli 2016 kali ini tidak akan membahas kisruh nuklir antar 4 negara di atas. Membahas sains nuklir, itu  baru menarik. Apalagi menurut penulisnya, L. Wilardjo, Iran dan Korea Utara diduga belum menguasai teknologi pengayaan uranium dengan teralan tiga-tahap (three-stage excitation). Suatu teknologi nuklir yang (masih) sulit, walaupun prinsip ilmiahnya sudah diketahui.

Baca selengkapnya di sini. Tak lupa pula, anda akan mendapatkan sejarah mengenai asal mula ‘atom untuk perang’ di tulisan ini. Selamat menikmati!

Iklan

Einstein pun Terkejut

Pada tanggal 14 September 2015, para ilmuwan “mendengar” riak selama 0,2 sekon, yang berasal dari gelombang gravitasi yang muncul 1,3 miliar tahun yang lalu, ketika terjadi benturan yang sangat dahsyat antara dua lubang hitam. Lubang hitam itu hanya berdiameter 150 km, tetapi massanya amat besar, yakni masing-masing 29 dan 36 kali lipat massa Matahari. Gelombang gravitasi itu teramat sangat pendek, sehingga untuk mendeteksinya diperlukan sistem instrumen yang kepekaan dan kesaksamaannya luar biasa. Itulah LIGO (Laser Interferometer Gravitation-wave Observatory). Detektor LIGO mampu mengukur distorsi sekecil 0,001 ukuran proton (inti atom hidrogen), padahal ukuran proton hanya sekitar 1 fermi (10^‒13 cm). Jadi distorsi yang terukur oleh LIGO itu kecilnya 10^‒18 m (sepersejutatriliun meter). Keberhasilan Tim LIGO itu diumumkan oleh Direktur Eksekutifnya, David Reitze, dan diberitakan CNN pada hari Kamis 11 Februari 2016. Brigitta Isworo Laksmi melaporkannya di Kompas, 14 Februari 2016. Apabila Einstein masih hidup, apakah ia akan terkejut dengan penemuan LIGO ini? Baca selengkapnya di sini.

Nobel Fisika Berkat Sigupa

Mungkin beberapa pembaca masih ingat tentang Sigupa atau Situs Gunung Padang yang diberitakan akhir tahun lalu. Sigupa merupakan situs  bersejarah berbentuk piramida yang umurnya diperkirakan: 1) 2500 tahun, atau 2) 7200 tahun lebih.  Selain umurnya yang masih diteliti, ada kontroversi lain yang melingkupi Sigupa hingga saat ini.

Namun tulisan L. Wilardjo kali ini tidak akan berlarut-larut melanjutkan pembahasan mengenai kontroversi Sigupa. Pada kesempatan kali ini, penulis menelaah pedumuran karbon yang digunakan dalam menentukan umur Sigupa dan ‘benda batu berserat yang memiliki ekakutub magnetik’ yang diperkirakan asli berasal dari situs tersebut. Kita akan menelusuri pertanyaan dan analisis dari dua hal yang ditelaah tadi, yang salah satunya berpotensi memberikan Nobel Fisika bagi ilmuwan Indonesia, jika terbukti benar.

Baca tulisan lengkapnya di sini.

Protes Kuda Nil

Anda mungkin masih ingat dalil Pythagoras. Anda pasti tahu siapa Einstein. Apakah anda juga pernah mendengar nama de Broglie? Ada apa dengan ketiga nama ini? Dalam artikel ini, L. Wilardjo menulis suatu keterkaitan di antara karya Pythagoras, Einstein, dan de Broglie. Baca selengkapnya: PROTES KUDA NIL.