Arsip Tag: Majapahit

Eksotisme Wayang Bébér Sengkala

Anda suka surabi? Tahukah Anda bahwa surabi sudah dikonsumsi prajurit Mataram pada peperangan tahun 1628-29? Sebuah karya seni yang juga mengawetkan memori tentang surabi dalam bentuk penyandian hadir sedikit lebih lambat, tepatnya tahun 1614 Jawa atau 1692 M. Sebagian duplikat dari karya tersebut dapat ditemukan di Sanggaluri, sebuah taman wisata dan edukasi yang asri di Kabupaten Purbalingga. Karya tersebut melukiskan bagian dari jagong (adegan) dalam wayang bébér lakon Jaka Kembang Kuning (JKK). Adegan-adegan yang ada di Sanggaluri mungkin merupakan hasil tedhak sungging (tiru ulang) dari gambar wayang bébér yang asli dari Pacitan. Sekilas tidak ada yang aneh dengan gambar pada karya tersebut. Tetapi, dengan mengikuti alur cerita selanjutnya, akan ada kehangatan lain yang segera saja menjadi sangat menarik untuk dicermati. Termasuk dari segi penyandian. Ya, matematika persandian. Persandian yang hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara dan India dalam bentuk sengkala atau word chronogram, warisan kuno yang masih terus lestari hingga kini. Itulah sebabnya, mengapa surabi diangkat sebagai judul tulisan ini. Baca selengkapnya di sini.

 

Iklan

Menalar Pasunda Bubat

Artikel Bersains edisi Juni 2016 kali ini akan membahas sejarah. Lebih spesifiknya lagi, sejarah seputar Pasunda Bubat. Tokoh-tokoh yang terlibat adalah mereka dari kerajaan Majapahit dan kerajaan Sunda. Namun penulis artikel ini tidak sekedar menuliskan alur sejarah, namun juga menelaah kitab sumber dari sejarah itu sendiri, diantaranya Pararaton.  Lebih jauh lagi, penulis mempertanyakan jeda antara insiden sejarah Pasunda Bubat (abad ke-14) dengan penulisan kitab Pararaton sendiri yang 2,5 abad (256 tahun setelah insiden Pasunda Bubat). Apakah penulisan kitab tersebut benar-benar didasari oleh motif pengekalan sejarah atau karena adanya VOC dengan kepentingannya yang sangat besar di Nusantara pada abad ke-16 dan mendapatkan perlawanan kuat di pulau Jawa saja, sehingga merasa perlu melakukan intervensi pada sejarah agar ‘orang Jawa’ dan ‘orang Sunda’ tidak bersatu?

Simak tulisan lengkapnya di sini.