Arsip Tag: sengkala

Numismatika Sengkala Memet

Numismatika. Kata ini berasal dari bahasa latin ‘numismatis’ yang artinya ‘segala sesuatu yang terkait dengan koin’. Karena Numismatika ini merupakan pengetahuan yang jarang diketahui di Indonesia, secara sekilas orang akan berpikir (dan mengaitkannya) dengan Matematika atau aktivitas memasak. Padahal tidak ada hubungannya.

Apa sebenarnya ‘numismatika’ itu? Numismatika adalah ilmu yang mempelajari mata uang koin atau kertas, dan juga benda-benda yang terkait dengan mata uang atau dapat berfungsi sebagai mata uang. Jadi kerang, biji coklat, selain logam mulia dan batuan berharga, juga dapat berfungsi sebagai alat tukar. Lalu apa arti ‘sengkala memet’? Sengkala atau sengkalan adalah deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kemudian sengkala memet sengkala yang menggunakan lukisan.

Dalam tulisan Bersains edisi Maret 2017 ini, kita akan menelusuri  kajian numismatika mata uang Nusantara yang diramu oleh Agung Prabowo dan Sukono dan kaitannya dengan sengkala memet. Suatu kajian menarik, karena kita akan melihat sejarah Nusantara yang tidak melulu dari sisi dinamika manusianya. Oleh karena itu, mari kita simak tulisan lengkapnya di sini.

Eksotisme Wayang Bébér Sengkala

Anda suka surabi? Tahukah Anda bahwa surabi sudah dikonsumsi prajurit Mataram pada peperangan tahun 1628-29? Sebuah karya seni yang juga mengawetkan memori tentang surabi dalam bentuk penyandian hadir sedikit lebih lambat, tepatnya tahun 1614 Jawa atau 1692 M. Sebagian duplikat dari karya tersebut dapat ditemukan di Sanggaluri, sebuah taman wisata dan edukasi yang asri di Kabupaten Purbalingga. Karya tersebut melukiskan bagian dari jagong (adegan) dalam wayang bébér lakon Jaka Kembang Kuning (JKK). Adegan-adegan yang ada di Sanggaluri mungkin merupakan hasil tedhak sungging (tiru ulang) dari gambar wayang bébér yang asli dari Pacitan. Sekilas tidak ada yang aneh dengan gambar pada karya tersebut. Tetapi, dengan mengikuti alur cerita selanjutnya, akan ada kehangatan lain yang segera saja menjadi sangat menarik untuk dicermati. Termasuk dari segi penyandian. Ya, matematika persandian. Persandian yang hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara dan India dalam bentuk sengkala atau word chronogram, warisan kuno yang masih terus lestari hingga kini. Itulah sebabnya, mengapa surabi diangkat sebagai judul tulisan ini. Baca selengkapnya di sini.